Kamis, 20 Oktober 2011

Kagumi Islam,Striker MU Chicharito Ucapkan Doa Ala Muslim


Striker tim sepakbola Manchester United (MU) Inggris, Javier Hernández Balcázar alias Chicharito, selalu berdoa layaknya seorang Muslim setiap kali akan memulai pertandingan. Pemain asal Meksiko ini menengadahkan kedua tangan sambil menatap ke atas. Fans MU dan umumnya penonton Liga Premier Inggris pun dibuat bertanya-tanya, apakah dia seorang Muslim?

Dari berbagai sumber terpercaya diketahui, Chicharito adalah seorang penganut Katolik Meksiko. Cara berdoa para penganut Katolik Meksiko memang sama atau mirip seperti cara berdoa seorang Muslim. Bahkan, gaya berdoa Chicharito mendapat protes dari kaum anti-Katholik di Glasgow, Skotlandia, saat MU akan bertanding dalam Liga Champion tahun lalu melawan Glasgow Rangers.

Namun demikian, seperti dilansir faktanews.com, yang selalu diucapkan Chicharito adalah doa yang biasa diucapkan seorang muslim yang artinya “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).

Menurut Chicharito, do’a umat Islam tersebut ibarat senjata yang amat sangat ampuh mengalahkan musuh. Ia pun banyak mencetak gol untuk MU dan kariernya bersinar di Old Trafford.

Menurut faktanews.com, dari hasil penelusuran, ternyata Chicharito juga mengagumi Nabi Muhammad. Hal ini diungkapkannya pada akun situs website pribadinya:

“Yo no estaba musulmanes, pero realmente saludamos la verdad del Islam que Mahoma ha traído de mucho ser un buen ejemplo para todo su pueblo” (“Saya ini bukan orang Islam, akan tetapi saya sangat salut dengan kebenaran agama Islam yang dibawa Muhammad yang amat sangat menjadi contoh yang baik bagi seluruh umatnya”).

Tentang mengapa ia selalu berdoa sebelum bertanding, Chicharito sudah mengemukakan alasannya, yakni sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan. Dua tahun lalu ia nyaris gantung sepatu karena putus asa tidak bisa mencetak gol banyak.

“Saya merasa Dia (Tuhan) telah banyak membantu saya dan selalu ada saat dibutuhkan. Itu sebabnya saya selalu berterima kasih sebelum pertandingan dimulai karena saya bisa bermain. Itu yang saya lakukan. Saya ingin tampil di setiap pertandingan. Saya ingin banyak tampil dan saya berdoa karena saya berterima kasih,” ungkap Chicharito yang lahir 1 Juni 1988 di Guadalajara, Jalisco, Meksiko.

Source
Read More..
jabal uhudBagi para jemaah umrah dan haji, belum lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Jabal Uhud atau Jabal Rahmah. Tidak heran, keduanya merupakn tempat yang memiliki nilai sejarah sekaligus juga nilai religius. Akan tetapi ada satu lagi gunung (jabal) yang menarik perhatian para jemaah maupun wisatawan, kendati jabal tersebut tidak memiliki nilai religius atau sejarah, yaitu Jabal Magnet, atau penduduk asli Madinah lebih mengenalnya dengan Manthiqa Baidha atau perkampungan putih.



Dari nama sebutannya saja, yakni jabal magnet, tentu kita bisa menebak apa yang menjadikan gunung yang satu ini jadi istimewa. Ya, bukit batu yang terletak 40 kilometer ke arah kota Tabuk ini seolah mempunyai gaya magnetis. Bila kendaraan sampai di jalan raya antara perbukitan tersebut, mobil akan meluncur dengan kecepatan tinggi menjauhi jabal magnet menuju Madinah meskipun dengan posisi perseneling netral. Kalau dihitung-hitung kecepatannya bisa mencapai 120 kilometer per jam!
Sebaliknya, bila mobil dipacu melalui jabal magnet ke arah kota Tabuk, mobil akan terasa sangat berat dan hanya bisa melaju dengan kecepata 15-20 kilometer per jam saja. Padahal jalannya tidak menanjak sama sekali. Pengaruh medan magnet ini bisa dirasakan di sepanjang jalan raya di kawasan perbukitan ini, yang jaraknya sekitar 4 kilometer.
Sebagian orang berusaha menjelaskan fenomena ini sebagai ilusi optik belaka, yang disebabkan posisi pohon dan lereng di daerah sekitar, atau cakrawala yang melengkung, sehingga jalan yang secara kasat mata terlihat datar atau menurun, padahal faktanya adalah menanjak. Fenomena ini dikatakan serupa dengan ilusi kamar ames, dimana bola bisa terlihat menggelinding ke arah berlawanan dengan gravitasi.
Akan tetapi teori ini tidak menjelaskan kenapa jarum penunjuk kompas yang dikeluarkan di lokasi jabal magnet tidak bekerja sebagaimana harusnya. Kacaunya arah utara selatan kompas menunjukkan fenomena ini bukan semata tipuan penglihatan. Bahkan, data di telepon seluler sekalipun bisa terhapus di lokasi tersebut.
Penjelasan lain mengatakan bahwa kawasan jabal magnet berada di atas endapan lava "alkali basaltik" (theolitic basalt) seluas 180.000 km persegi yang berusia muda (muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas  2 juta tahun silam). Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan bumi dari kedalaman 40-an kilo meter melalui zona rekahan sepanjang 600 kilo meter yang dikenal sebagai "Makkah-Madinah-Nufud volcanic line".
Selain itu, pada tahun 1999 otoritas Saudi Geological Survey (SGS) sempat dikejutkan dengan adanya aktivitas gempa kecil terus-menerus di Harrah Rahat yang merupakan pertanda naiknya sejumlah besar magma. Bahkan, di sekitar Madinah diketahui ada kegempaan aktif di Harrah Rahat, yang sangat dimungkinkan terjadinya migrasi magma dan sebagian di antaranya diduga menyusup ke bawah Jabal Magnet, sehingga muncul “medan magnet” di kawasan itu.
Karena banyaknya pengunjung ke wilayah jabal magnet ini, kerajaan Arab Saudi akhirnya menjadikan wilayah ini sebagai tempat wisata. Agar pengunjung bisa merasakan dorongan magnet ketika melaju dengan kendaraannya, kerajaan Arab Saudi membangun jalan raya yang sangat lebar, di kedua sisi jalan pun dibangun tenda-tenda untuk pengunjung dan ditanami pepohonan agar pemandangan lebih hijau.
Jabal magnet semakin hari semakin populer. Konon, medan magnet yang terdapat di wilayah jabal magnet ini yang terkuat di dunia. Fenomena jabal magnet ini memang bukan satu-satunya. Di seluruh dunia tercatat ada ratusan tempat yang mempunyai fenomena yang serupa. Di Indonesia sendiri beberapa tempat yang memiliki fenomena yang mirip misalnya di seruas jalan sepanjang 100 meter yang disebut “Mysterious Road” di sekitar Gunung Kelud, Kediri.
Tapi sangat disayangkan fenomena yang sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah tersebut malah dihubung-hubungkan dengan peristiwa magis ataupun mistis. Orang-orang yang memiliki kadar keimanan yang rendah bisa jadi akan melakukan praktek-praktek kemusyrikan di tempat-tempat yang dianggap mistis seperti ini.
Padahal, fenomena alam adalah fakta yang bisa dicerna dengan panca indra, bukan perkara gaib, sehingga setiap fenomena alam pasti mempunyai penjelasan yang ilmiah, karena manusia mampu menjangkau dan memikirkan dengan akalnya. Lebih jauh lagi, Allah Swt bahkan bukan hanya mendorong manusia untuk mengungkap rahasia alam semesta, tapi menaklukkan alam semesta itu sendiri. Tentu saja ini dilakukan bukan untuk menyombongkan diri, melainkan dalam rangka ibadah kepada Allah Swt.
“Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” [TQS Ar-Rahman : 33-34]

Source
Read More..

The Most Legendary Muslim Hacker

The Most Legendary Muslim HackerPada rentang tahun 2003 sampai 2005, dunia cyber sempat digegerkan oleh seseorang dengan nickname “irhabi007” yang aktif di dunia maya dengan menyebarkan material-material dan propaganda-propaganda jihad atau seringkali disebut cyber-jihad. Nama “irhabi” sendiri adalah bahasa Arab untuk teroris, sedangkan “007” adalah codename untuk agen rahasia inggris (cuma fiktif) James Bond. Nama ini untuk mengejek para pemburunya karena irhabi007 dijuluki “world's most wanted cyber-jihadist”.
Keberadaan irhabi007 di jagad cyber sudah terdeteksi sejak 2001. Tapi sepak terjangnya mulai meningkat tahun 2003, bersamaan dengan invasi Amerika ke Iraq. Irhabi007 mulai aktif mengupload gambar-gambar perang Iraq di internet. Dia juga mulai mempublikasikan materi-materinya termasuk panduan menghack komputer yang sudah dia tulis ke dalam sebuah buku. Malah irhabi007 juga aktif menyebarkan buku pedoman persenjataan, video yang memuat aksi mujahidin, dan materi lain yang bersifat propaganda.
Untuk menyebarkan propagandanya, tak jarang dia membobol banyak situs. Hebatnya, situs-situs yang dihack itu tidak sadar bahwa situsnya disusupi materi-materi jihad. Irhabi juga aktif mencari dan mengumpulkan video-video yang dibuat oleh tentara Amerika di Iraq yang menggambarkan keadaan di dalam basis militer tentara Amerika, sehingga para mujahidin bisa menyerang daerah yang menjadi titik lemah di markas tersebut.
Di dunia maya, Irhabi 007 mengajarkan keahliannya kepada para mujahidin yang berkumpul dalam komunitas dunia maya, sehingga para mujahidin mempunyai keahlian dalam menghack, membuat program, membuat serangan on line  serta menguasai desain digital dan media. Walhasil, irhabi007 mulai diperhitungkan oleh musuh-musuh Islam yang gerah dengan aksinya. Untungnya, irhabi007 piawai menyembunyikan identitasnya di dunia maya sehingga bikin kewalahan pihak intelijen. Padahal para pemburu itu dah menggandeng para cyber-tracker dengan berbagai metode pelacakan. Hasilnya tetep nihil!
Awal tahun 2004, Irhabi 007  bergabung dengan forum Muntada atau Forum al-Ansar al-Islami, kemudian Forum al-Ekhlas, dua dari forum yang terlindungi password dengan ribuan anggota yang digunakan oleh Al-Qaeda untuk instruksi militer, propaganda, dan perekrutan. Pada bulan Juli 2004, Irhabi 007 melakukan tindakan yang luar biasa berani menyita perhatian FBI ketika dia membajak server FTP (File Transfer Protocol) yang dioperasikan oleh Departemen Jalan Raya dan Transportasi Arkansas menjelmakannya menjadi papan pesan Al Qaeda. Bahkan dia juga memposting video Usamah bin Ladin di official website negara bagian Arkansas tersebut. Mancabs!
Irhabi007 benar-benar menjadi ancaman bagi musuh-musuh Islam. Evan Kohlmann, konsultan dalam bidang cyber-terrorism bahkan menjuluki Irhabi007 sebagai “king of internet terrorism”. Sebuah lembaga kontra terorisme bernama Institut SITE bahkan secara khusus membuat sebuah studi kasus tentang sepak terjang Irhabi007. Sebuah stasiun televisi juga telah membuat laporan tentang Irhabi 007, berbahasa Inggris, lengkap dengan analisa dan perspektif dari para pakar IT, pihak kepolisian, hingga kalangan awam.
Walaupun kini Irhabi007 yang asli telah tertangkap dan dipenjara, tapi nama irhabi007 sudah terlanjur melegenda di dunia maya. Dalam forum-forum jihad Islam, bermunculan copycat yang menggunakan nick name serupa atau mirip seperti Teroris 007, Mujahid 007, atau Terrorist, juga situs-situs dengan nama Irhaby. Hal ini menunjukkan bahwa di dunia maya banyak yang mengagumi Irhabi007. Siapa jadi the next Irhabi007?

BOX:
Tertangkap karena Kebetulan

Selusin pasukan anti huru-hara bersenjata lengkap dan beberapa orang detektif berkumpul di depan sebuah rumah berlantai 4 di Shepherds Bush, London Barat. Mereka meyakini bahwa di rumah ini ditinggali seseorang yang berkaitan dengan rencana pengeboman di Eropa. Nama orang itu adalah Younes Tsouli, seorang pemuda muslim 23 tahun keturunan Maroko, mahasiswa TI di salah satu universitas di London, dan putra seorang diplomat. Polisi menduga keterkaitan Younes Tsouli dengan terorisme berdasarkan penangkapan beberapa orang pemuda di Sarajevo. Rekaman telepon dan email merekalah yang mengarahkan polisi Inggris untuk menangkap Younes Tsouli.
Pasukan itu pun mendobrak sebuah kamar. Penghuni kamar itu, seorang pemuda gondrong bercelana jogging melakukan perlawanan, tapi karena kalah jumlah, pemuda itupun babak-belur diringkus polisi. Dalam kamar yang berantakan itu (tipikal kamar anak muda banget), terdapat laptop yang masih menyala.
Dalam komputer itu, polisi menemukan 2 juta file yang sebagian besar berbahasa Arab dan terenkripsi. Mereka juga menemukan presentasi power point tentang panduan untuk membuat bom mobil. Sampe akhirnya polisi nyadar, bahwa mereka ‘tanpa sengaja’ telah menangkap “king of internet terrorism” alias Irhabi007. Saat ini Younes menjalani hukuman 16 tahun di Belmarsh High Security Prison, London.

Source
Read More..

William Abdullah Quilliam: Perintis dan Penyebar Islam di Liverpool

ISLAM DI INGRIS
Agama Islam di Inggris telah ada sejak beberapa abad silam. Karenanya, tak heran bila agama yang dibawa Rasulullah SAW mendapat tempat di hati warga Inggris. Sejumlah tempat ibadah pun akhirnya berhasil didirikan.

Namun, belakangan ini, seiring dengan gencarnya phobia terhadap umat Islam, agama yang mulia ini kerap dijadikan bahan ledekan oleh mereka yang tak memahami Islam. Walau begitu, hal tersebut tak menyurutkan niat seseorang yang diberi hidayah Allah untuk terus menyuarakan Islam.

Pada pertengahan abad ke-19, seorang tokoh kenamaan Inggris mencoba memahami Islam. Dan akhirnya, ia pun menemukan kedamaian di dalamnya. Bertempat di sebuah bangunan yang kini sudah tampak kusam. Bahkan, harian The Independent di Inggris, pernah memuat tulisan berjudul "Forgotten Champion of Islam: One Man and His Mosque" yang ada pada edisi 2 Agustus 2007.

Bangunan yang terletak di kawasan Brougham Terrace No 8, West Derby Street, Liverpool, Inggris tak ubahnya seperti sebuah rumah hancur. Demikian tulis harian The Independent.


Bangunan bercat putih kusam dengan bagian pintu depan yang terlihat reyot dan pintu belakang yang penuh dengan coretan grafiti serta sarang burung dara yang menghiasi bagian atap bangunan dan jamur yang melekat di hampir seluruh permukaan dinding ini menyimpan cerita panjang mengenai Islam di negeri Ratu Elizabeth II ini.

Bangunan yang menjadi saksi bisu sejarah perkembangan Islam di Inggris pada abad ke-19 dan 20 Masehi ini adalah milik William Henry Quilliam. Komunitas Muslim di kota Liverpool sudah sepantasnya berterima kasih kepada William.

Berkat jasanya, syiar Islam bisa merambah ke kota yang terletak di bagian barat laut Inggris. Dan, masyarakat Muslim di sana bisa menjalankan ibadah dan berbagai kegiatan lainnya secara bersama di sebuah bangunan yang memadai.

Pada awalnya, tepatnya pada 1889, bangunan milik William ini difungsikan sebagai Islamic center dengan nama Liverpool Muslim Institute. Namun, dalam perkembangan berikutnya, bangunan Liverpool Muslim Institute ini juga difungsikan sebagai masjid dan sekolah bagi komunitas Muslim Liverpool. Sejarah mencatat, ini merupakan bangunan masjid dan Islamic center pertama yang didirikan di Inggris.

Siapa sebenarnya sosok William Henry Quilliam ini? Laman Wikipedia menyebutkan bahwa pria kelahiran Liverpool, 10 April 1856 ini berasal dari keluarga kaya raya. Ayahnya, Robert Quilliam, adalah seorang pembuat jam. Sejak kecil William sudah mendapatkan pendidikan yang memadai. Oleh kedua orang tuanya ia disekolahkan di Liverpool Institute dan King William's College. Di kedua lembaga pendidikan ini, ia mempelajari bidang hukum. Pada 1878, William memulai kariernya sebagai seorang pengacara.

William tumbuh dan dibesarkan sebagai seorang Kristen. Agama Islam baru dikenalnya ketika ia mengunjungi wilayah Perancis selatan pada 1882. Sejak saat itu, ia mulai banyak mempelajari mengenai Islam dan ajarannya. Ketertarikannya terhadap Islam semakin bertambah manakala ia berkunjung ke Aljazair dan Tunisia.

Berdakwah
Pada 1887, sekembalinya dari mengunjungi Maroko, William merealisasikan keinginannya untuk berpindah keyakinan ke agama Islam. Setelah masuk Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah Quilliam. Dengan menyandang nama baru ini, William gencar mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat Liverpool.

Untuk mendukung syiar Islam di kota Liverpool, ia berinisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga khusus bagi orang-orang yang ingin mengetahui dan belajar tentang Islam. Maka, pada 1889, ia pun mendirikan Liverpool Muslim Institute. Guna menarik minat warga kota Liverpool, lembaga yang didirikannya ini tetap buka pada saat hari Natal.

Tak hanya sebatas menjadi pusat informasi Islam. Abdullah kemudian memfungsikan bangunan Liverpool Muslim Institute menjadi tempat beribadah bagi komunitas Muslim Liverpool. Bangunan Masjid Liverpool Muslim Institute ini mampu menampung sekitar seratus orang jamaah.

Pendirian masjid ini kemudian diikuti oleh berdirinya sebuah perguruan tinggi Islam di kota Liverpool dan sebuah panti asuhan bernama Madina House. Sebagai pimpinan perguruan tinggi Islam, Abdullah menunjuk Haschem Wilde dan Nasrullah Warren.

Meski berstatus sebagai lembaga pendidikan Islam, perguruan tinggi yang didirikan William ini tidak hanya menerima murid dari kalangan keluarga Muslim saja. Murid dari keluarga non-Muslim pun diperbolehkan untuk belajar di sana. Guna menarik minat warga non-Muslim untuk mempelajari Islam, pihak pengelola kerap menyelenggarakan acara debat mingguan dan komunitas sastra.

William yang sejak muda dikenal aktif sebagai penulis sastra ini berupaya menarik simpati masyarakat non-Muslim di Liverpool melalui karya-karya sastranya. Upaya-upaya yang ditempuhnya untuk menyebarluaskan ajaran Islam melalui karya sastra dan lembaga-lembaga amal yang didirikannya itu berbuah manis. Dalam rentang waktu sepuluh tahun berdakwah, ia berhasil mengislamkan lebih dari 150 warga asli Inggris, baik dari kalangan ilmuwan, intelektual, maupun para pemuka masyarakat.

Bahkan, ibunya sendiri yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai seorang aktivis Kristen tertarik untuk masuk Islam setelah membaca tulisan-tulisannya.

Berbagai tulisannya mengenai Islam ini ia terbitkan melalui media mingguan The Islamic Riview dan The Crescent yang terbit dari 1893 hingga 1908. Keduanya beredar luas secara internasional. Harian The Independent menulis bahwa William memanfaatkan ruang bawah tanah masjid sebagai tempat untuk mencetak karya-karya tulisnya.

Disamping itu, ia juga menerbitkan tiga edisi buku dengan judul The Faith of Islam pada 1899. Bukunya ini sudah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa dunia. Ratu Victoria dan penguasa Mesir termasuk di antara tokoh dunia yang pernah membaca bukunya ini.

Berkat The Faith of Islam, dalam waktu singkat nama Abdullah Quilliam dikenal luas di seluruh negeri-negeri Muslim. Berkat bukunya ini juga ia kemudian banyak menjalin hubungan dengan komunitas Muslim di Afrika Barat.

Berkat karyanya ini pula, ia mampu menerima berbagai penghargaan dari para pemimpin dunia Islam. Dia mendapatkan gelar Syekh al-Islam dari Sultan Ottoman (Turki Usmani), Abdul Hamid II pada 1894 dan diangkat sebagai atase khusus negeri Persia untuk Liverpool.

Ia juga mendapat sejumlah hadiah berupa uang dari pemimpin Afghanistan. Uang tersebut ia gunakan untuk mendanai perguruan tinggi Islam miliknya di Liverpool.

Source
Read More..

Trend Baru Mualaf di Inggris

 


Caroline Bate adalah tipikal perempuan Inggris yang terpelajar. Ia pernah mempelajari bahasa Rusia dan Jerman sebelum akhirnya memilih jurusan manajemen dan mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang itu dari Universitas Cambridge.Lalu apa yang membuat Caroline istimewa? Yang membuatnya istimewa adalah minatnya terhadap agama Islam. Caroline mempelajari Islam dan merasa dirinya sebagai Muslim meski secara resmi ia belum mengucapkan dua kalimat syahadat.
Caroline mewakili kalangan muda, kulit putih dan terpelajar di Inggris yang cenderung memiliki minat untuk mempelajari agama Islam. Sejumlah masjid di London mengakui adanya kecenderungan yang makin meningkat itu, bahkan bukan hanya berminat mempelajari Islam tapi juga menyatakan diri masuk Islam, terutama sejak peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Seperti Caroline, warga Inggris yang masuk Islam kebanyakan berasal dari kalangan kelas menengah yang sudah mapan, punya karir yang bagus dan memiliki latar belakang kehidupan pribadi dan sosial yang bahagia.

Dalam artikel “Wajah Baru Islam” yang dimuat di situs Islam For Today, penulisnya, Nick Compton menyebutkan bahwa trend semacam itu bukan hal yang baru di Inggris. Ia menyebutkan sejumlah warga asli Inggris ber “darah biru” yang memutuskan untuk menjadi seorang muslim, misalnya Jonathan Birt, putera dari Lord Birt yang masuk Islam pada tahun 1997 dan Joe Ahmed Dobson, putera mantan Menteri Kesehatan Inggris.
Seperti di negara Barat lainnya, isu Islam radikal juga mengemuka di Inggris pasca peristiwa 11 September. Di Inggris, tokoh muslim Abu Hamza Al-Masri ditudingsebagai tokoh radikal yang telah mencekoki anak-anak muda Muslim dengan pemikiran ekstrim. Tapi di sisi lain, justeru makin banyak kalangan kulit putih dari kelas menengah di Inggris yang masuk Islam. Kebanyakan dari mereka mengetahui Islam dari teman-temannya, dari buku bacaan dan dari para juru dakwah di Inggris yang meyakinkan mereka bahwa Islam bukanlah agama misionaris seperti agama Kristen.
Caroline memiliki pengalaman unik bagaimana pertama kali mengenal Islam dan meyakininya sebagai agama yang sempurna dan paling masuk akal. Semuanya berawal ketika teman sekolahnya menikah dengan seorang muslim asal Tunisia. “Tadinya saya cuma ingin mempelajari sisi budayanya dan bukan agamanya. Tapi dari literatur yang saya baca mendorong saya untuk juga membaca tentang ajaran Islam, yang menurut saya sangat masuk akal dan sempurna,” kata Caroline.
Lain lagi pengalaman Roger (bukan nama sebenarnya) yang berprofesi sebaga dokter. Ia mengatakan, sekitar satu setengah tahun yang lalu ia sering membicarakan tentang Islam dengan rekan-rekan kerjanya yang Muslim. “Semua yang saya dengar tentang Islam dari media massa adalah Hizbullah, kelompok gerilya dan sejenisnya. Lalu saya mulai mengajukan beberapa pertanyaan tentang Islam pada kolega saya yang Muslim dan saya sangat prihatin dengan ketidaktahuan saya selama ini,” aku Roger yang kemudian memutuskan masuk Islam.
Bagi para mualaf itu, memeluk Islam ibarat melakukan ‘operasi penyamaran’. Mereka harus membaca, bicara, mendengarkan dan belajar tentang Islam secara diam-diam. Yang paling berat adalah ketika mereka harus mengakui keislaman mereka pada teman-teman dan keluarga. Banyak diantara mualaf baru itu yang menghadapi rasa takut, skeptis bahkan respon berupa sikap kebencian.
Eleanor Martin, seorang artis di era tahun 1990-an yang kemudian dipanggil Aisya adalah salah seorang mualaf di Inggris yang mengalami masa-masa berat itu. Ia mengenal Islam dari Mo Sesay, seorang muslim, dalam satu acara yang sama-sama dibintangi oleh Eleanor.
“Yang ada di pikiran saya tentang Islam adalah orang Islam suka membunuh dan lelaki muslim suka memukul perempuan. Tapi pikiran itu berubah setelah saya melihat perilaku Mo Sesay. Kami berdiskusi dan Sesay membuka mata saya tentang Islam yang sebenarnya,” ungkap Eleanor yang masuk Islam pada tahun 1996.
Awalnya, Eleanor menyembunyikan keislamannya karena takut menghadapi reaksi keras dari teman-teman dan keluarganya. “Saya sangat khawatir dengan reaksi ayah. Ia seorang Kristiani yang taat dan memilih berhenti dari pekerjaannya untuk menjadi pendeta,” ujar Eleanor.
Ia lalu bertemu dengan seorang aktor Amerika keturunan muslim Afrika bernama Luqman Ali. Keduanya menikah dan Eleanor punya alasan untuk memberitahukan keislamannya pada keduaorangtuanya. “Saya pulang ke rumah dan berkata, ‘saya ingin mengabarkan bahwa saya sudah menikah dan saya sekarang seorang muslim’. Ibu saya menyambut gembira tapi ayah saya langsung berkomentar ‘saya pikir saya ingin minum-minum sekarang’,” tutur Eleanor menceritakan pengalamannya masuk Islam.
Namun sebagian mualaf mengakui bahwa tinggal di negara yang multi etnis lebih mudah bagii seorang mualaf. Stefania Marchetti kelahiran Milan, Italia yang hijrah ke London untuk kuliah mengakui, kemungkinan akan sulit baginya untuk masuk Islam di Italia. “Media massa Italia sangat anti-Islam dan masyarakat Italia pada umumnya beranggapan bahwa semua lelaki muslim adalah teroris dan semua perempuan muslim adalah budak,” ungkap Marchetti yang awalnya beragama Katolik dan masuk Islam pada tahun 2001.
Masjid-masjid di Inggris memberikan bimbingan bagi para mualaf baru dalam menjalani kehidupan baru mereka sebagai muslim. Berdasarkan sensus tahun 2001, jumlah Muslim di Inggris mencapai 1,6 juta jiwa. Sejak sensus itu terjadi kenaikan jumlah muslim di Inggris sebanyak 400.000 orang. Dan menurut Mendagri Inggris, Jacqui Smith pada tahun 2008 tercatat 10 ribu jutawan Muslim di Inggris dan secara umum komunitas Muslim Inggris telah memberikan kontribusi sebesar 3,1 miliar pounsterling per tahun bagi perekonomian Inggris.

Source
Read More..